Tadi pas di metromini 604, sembari duduk memandang jalanan penuh kendaraan, kukorek-korek lubang hidungku demi upil memori masa kecil terlintas kembali. Seolah-olah untuk memperlihatkan betapa berdosanya diriku…
Suatu ketika aku berumur satuan tahun (<10 tahun maksudnya), aku menggoda-goda masku yang lagi belajar dengan tarian perut yang heboh. Dan pada saat jari tanganku kejepit kaca meja belajar karena ulahku sendiri, aku nuaangis sekenceng-kencengnya. Dan ibuku dateng, langsung cup cup sayang plus marah-marahin masku. Padahal dia sama sekali gak salah…. Wakakakak… Betapa kejamnya diriku
Suatu ketika aku berumur belasan tahun, aku dibonceng masku naik sepeda keliling perumahan. Kebetulan selain rumah-rumah, perumahanku (dulu) juga diisi ama sawah, kerbau, dan perangkat tani lainnya. Pada saat aku lepas pegangan, aku jatuh. Dan kepalaku terluka plus berdarah. Sampai rumah dengan sesengukan tingkat tinggi aku dicup cup sayang, sementara masku dimarahin abis-abisan… Wakakakak… Betapa kejamnya diriku
Kini kita semua sudah dewasa. Mengingat kembali kejadian-kejadian itu bikin tersenyum kecut. Bisa-bisanya dulu masku jadi sasaran tembak terus. Sorry, kalo selama ini aku belum bisa membayar semua kejahatanku. Tapi untuk kali ini biarkan saya mengucapkan :
Selamat Ulang Tahun, Bro!! Wish you all the best!! Selamat Juga S2-nya!!
**
Masku, mulai SMA dipanggil Ableh. Sejak mahasiswa mulai mengupgrade namanya menjadi Norik Ableh (mirip dengan alm. Norik Abe — pembalap GP500). Udah menikah, punya anak satu.
(disini akan diletakkan foto keluarga bersahaja)

