Oleh-oleh 2008th Mudik RoadShow

“Untung ya, Allah mengaruniakan kambing tanpa akal seperti manusia,” celetuk Gemblung mengusir sepi kabin mobil.

“Emang kenapa?”, tanya Kupret, kakak Gemblung, sembari menyetir.

“Bayangin kalo mereka tau bahwa hidup mereka bakal berakhir di meja penjagalan, mereka bakalan demo dengan suara mereka sendiri yang gak jelas.” jelas Gemblung.

“Bener juga ya. Itu baru kambing. Belum sapi, kerbau, burung. Bakalan ngasih hujan telek di Istana Merdeka.” tambah Kupret.

“Istana Merdeka? Kenapa sampai ke sana?” batin Gemblung. “Dan pastinya dunia bakalan rame gak jelas, karena mereka demo dengan suara mereka masing-masing. Kwek kwak kwek, Mbak mbik mbek.” tambah Gemblung.

Asik juga punya kakak yang punya pemikiran sejalan. Diajak mikir yang gak jelas juga masih nyambung. Lumayan. Menghilangkan kebosanan dalam perjalanan.


Memang adakalanya perjalanan mudik itu menyenangkan, dan kadang pula membosankan sekaligus menjengkelkan. Seperti hari Sabtu pagi kemarin (27/9), ada mobil yang suka sekali membunyikan klakson dan dia pas di belakang mobil kami.

Tret tet tet. Sekali klakson, pasti tiga kali bunyi. Padahal di depan gak ada apa-apa.

Akhirnya aku pelanin mobil, dan mobil Innova berisik itu menyalip dan giliran dia yang di depan kita. Kutengok mbakku yang duduk di samping sopir yang sedang bekerja, dan mbakku memberikan anggukan tanda setuju. Seketika itu aku langsung gantian membunyikan klakson berkali-kali.

Wakakakakakak…. Emang enak diklakson terus. Its about a revenge!!

Sampai akhirnya mobil kami berhasil sejajar dengan mobil Innova berisik itu. Bener-bener berjajar. Kami di kiri, dia di kanan. Dan aku terus berklakson ria. Kakakku yang lagi duduk di belakang sopir yang sedang bekerja, menurunkan kaca mobil. Tapi anehnya kakakku malah menunduk.

“Ngapain mas?”, tanyaku.

“Biar dia bingung. Kacanya diturunin, cuma gak ada siapa-siapa…” jelasnya.

“Oke jelas. Ide yang bener-bener gak jelas”.

Dan akhirnya kita menyalip dengan tertawa puaaas….

Itulah sedikit romantika mudik lebaran 2008. Berikut ada oleh-oleh lain dalam bentuk poto. Tentang alam, dan usaha manusia dalam kancah permudikan. Have a look…

eek secepat kilat

eek secepat kilat

fajar di majalengka

fajar di majalengka

the black escudo

the black escudo in action

demi mudik

dan demi mudik mudik...

ada yang tau puncaknya di mana??

ada yang tau puncaknya di mana??

2008th Mudik Gran Prix

2008th Mudik Gran Prix

waduk darma di pagi hari

waduk darma di pagi hari

kenapa harus bawa tas boneka?

kenapa harus bawa tas boneka?

Bikers menyemut

Bikers menyemut

Jangan lupa sholat...

Jangan lupa sholat...

Pak, kalo ada pom bensin ya... Kayanya si kecil ngompol...

Pak, kalo ada pom bensin ya... Kayanya si kecil ngompol...

hegh... Bu, jangan lebih gendut lagi ya...

hegh... Bu, jangan lebih gendut lagi ya...

sepeda kecilnya gak papa deh, tapi kenapa ada ranting juga??

sepeda kecilnya gak papa deh, tapi kenapa ada ranting juga??

~ oleh SlempitanJempolKaki™ di/pada September 28, 2008.

9 Tanggapan to “Oleh-oleh 2008th Mudik RoadShow”

  1. sempat yaa foto2…

  2. gambarnya bageees *ala tino sidin*

    Selamat Jalan, kami tunggu batik-batiknya :D

  3. kakak sama adek kayaknya sama gemblungnya

  4. waaa.. dia udah posting foto di sini.. aku juga punya!!

  5. yaaa.. nggak sebagus ente punya sih.. dipakein efek2x gituh.. ;p

  6. mudik ke pekalongan cuma untuk makan cumi yang nyaris basi yang bikin muka bengkak2 ?

  7. mana coba, tante liat muka bengkaknya dunk..
    pasti difoto.. iya kan? manaaaa..

  8. masalah pertanyaan “di mana puncaknya”..
    gak sampe lima menit pasti ketauan puncaknya..
    :P

  9. pasti sepanjang jalan kerjanya ngupil :razz:

Tinggalkan Balasan