SLMPTN JMPL KK™

Sebuah Cerita : Edi

with one comment

Malam ini, giliran Edi patroli malam. Sudah bertahun-tahun lamanya, Edi mengabdi negara menjadi polisi lalu lintas. Jadwal malam, kerja di hari lebaran sudah jadi santapan pahit yang harus ditelan. Kondisi inilah yang belakangan selalu diributkan istri Edi. Keluarga Edi sedang tidak harmonis.

Malam ini, Edi patroli sendirian. Rekannya, Siswanto, sedang ada urusan mendadak di kantor. Sepertinya sedang menyusun berkas tentang kasus tawuran pelajar. Kerja tambahan gara-gara ulah orang lain.

“Dasar orang-orang kutukupret. Payah..,” pikir Edi.

Sepanjang jalan mata Edi tidak sepenuhnya menatap ke jalan. Pikirannya masih terbayang amarah istrinya tadi pagi. Kembali meributkan hal yang sama. Bagi Edi, kerja malam adalah konsekuensi. Tapi bagi istrinya, keberadaan Edi adalah kebutuhan. Pikiran-pikiran inilah yang sekarang sering menghinggapi.

Hingga pada akhirnya lamunannya bubar.. Dia segera menepikan mobilnya karena di depan tampak kerumunan orang. Kecelakaan.
Warga segera melambaikan tangan. Tampak di belakangnya seseorang digotong oleh beberapa orang.

“Pak, tolong selamatkan orang ini. Masih ada yang lain di dalam,” begitu pintanya.

Tanpa bertanya Edi langsung membawa orang ini ke kantornya. Tampak pendarahan di kepalanya. Orang itu terus memegang kepala dengan segumpal kain. Lokasi kecelakaan memang tidak terlalu jauh dengan kantornya. Segera Edi memapah orang itu menuju kantornya. Tampak dari dalam, Siswanto muncul dengan tegang dan membantunya menggotong orang ini.

Tiba-tiba orang ini berteriak histeris..

“Tolong teman saya Pak!!”
“Saya membunuhnya!!”
Dua kalimat itu terus berulang-ulang diteriakkan. Siswanto berusaha menenangkannya. Edi menepuk pundak Siswanto,

“Wan, aku balik ke lokasi. Sepertinya masih ada korban lain.” Siswanto mengangguk.

Setiba di lokasi, tampaknya warga sudah berhasil mengeluarkan korban satunya. Wanita berambut panjang. Warga mencoba memperingatkan,

“Pak, yang ini parah. Segera dibawa rumah sakit di kota, Pak.”

Walau Edi seorang polisi, tapi dia masih merasa bergetar melihat darah yang keluar dari wanita itu. Hampir seluruh wajahnya berwarna merah. Ya, yang ini lebih parah. Hampir dia tidak dapat mengenali wajah wanita itu. Sebisa mungkin Edi menekan pedal gas disertai raungan sirene. Setibanya di rumah sakit, terlihat perawat yang sudah siap siaga. Mereka dengan cekatan mengambil wanita itu dan menghilang masuk ke ruang UGD.

Tidak lama kemudian, seorang perawat pria keluar dari ruang UGD. Wajahnya tampak tegang dan berkeringat. Dia menggelengkan kepala dan memberikan dompet wanita tersebut ke Edi. Seperti biasa, Edi langsung mencari tanda pengenalnya. Bersiap menghubungi keluarganya. Bagian yang paling enggan dia lakukan.

Dan ketika Edi melihat tanda pengenal, foto itu tidak asing bagi dia. Apalagi namanya. Pada saat bersamaan, dia melihat seseorang berlarian tergopoh dari ujung lorong. Orang yang dia kenali. Rekan kerja selama bertahun-tahun.

“Wan, ini anakmu…”

—ooo—

Pemakaman itu selesai sekitar jam 3 sore. Siswanto terlihat tegar, namun istrinya tampak terpukul. Tidak henti-hentinya dia mengusapkan air matanya. Mukanya sudah membengkak oleh air mata. Pemandangan ini, entah kenapa, membuat pegangan tanganku ke wanita di sebelahku makin erat. Istriku. Tampak lebih gemuk. Perutnya sudah mulai membuncit.

“Inikah yang membuatmu selalu kawatir…”

“Sebuah Cerita” dari sisi Siswanto

“Sebuah Cerita” dari sisi Dian

 

Advertisements

Written by SlempitanJempolKaki™

February 3, 2011 at 2:42 pm

Posted in Uncategorized

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah semacam Crash atau Babel ini ya?

    aldi

    February 7, 2011 at 9:29 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: